DONGGALA – Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Donggala, Andi Irwan A. Mahmud, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus penyesalan atas insiden viralnya hiburan "goyang erotis" dalam acara peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Menurut Andi Irwan, tindakan tersebut sangat tidak relevan dan mencederai nilai-nilai religiusitas dari peringatan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW.
Andi Irwan menekankan kegiatan hiburan yang tidak senafas dengan nilai Islam seharusnya tidak mendapatkan tempat dalam acara hari besar keagamaan, Kejadian ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan panitia dalam menyaring konten hiburan yang disuguhkan kepada masyarakat, Peringatan Isra Miraj seharusnya menjadi sarana edukasi spiritual, bukan justru menyajikan tontonan yang jauh dari norma kesopanan.
"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Isra Miraj adalah momentum sakral bagi umat Islam untuk mempertebal keimanan, bukan panggung untuk hiburan yang menjurus pada kevulgaran. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pengurus lembaga keagamaan dan panitia hari besar Islam agar lebih selektif dan menjaga marwah agama," ujar Andi Irwan A. Mahmud. Sabtu/17/1/2026.
Menutup pernyataannya, Andi Irwan berharap agar kejadian di Banyuwangi tersebut tidak terulang di daerah lain, termasuk di Kabupaten Donggala. Ia mengimbau agar setiap peringatan hari besar Islam dikembalikan pada khitahnya, yakni diisi dengan dakwah, zikir, dan kegiatan yang memberikan manfaat spiritual bagi umat.
"Jangan sampai niat baik untuk memperingati hari besar Islam justru ternodai oleh hal-hal yang bersifat hura-hura dan melanggar etika," pungkasnya.(TimDB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar