Minggu, 18 Januari 2026

Kapal wisata bermuatan 68 penumpang terbakar di Sungai Mahakam Samarinda

 

SAMARINDA, DonggalaBicara.com – Sebuah kapal wisata bernama KM Teman Bejalan mengalami kebakaran saat melintas di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (17/1/2026) petang. Kapal yang mengangkut 68 penumpang tersebut terbakar saat hendak merapat ke Dermaga Mahakam Ilir.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.21 WITA di perairan Tikungan GP Samarinda. Api dilaporkan muncul pertama kali dari bagian belakang kapal dan dengan cepat membesar, memicu kepanikan di atas dek.

Petugas Dermaga Mahakam Ilir, Nurman, mengatakan informasi kebakaran diterimanya menjelang malam hari saat kapal masih berada di tengah sungai dengan puluhan penumpang.

“Sekitar pukul 18.21 WITA kami menerima informasi kapal terbakar. Saat itu penumpang masih berada di atas kapal,” ujar Nurman, Sabtu malam.

paya penyelamatan dilakukan segera setelah kapal berhasil mendekati area dermaga. Petugas dermaga bersama warga dan awak kapal lain yang kebetulan melintas di Sungai Mahakam langsung bahu-membahu mengevakuasi penumpang ke daratan.

Berdasarkan data manifes, terdapat 68 orang di atas kapal yang terdiri dari 57 orang dewasa, 10 anak-anak, dan 1 balita. Petugas melakukan pendataan satu per satu untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal atau terjatuh ke sungai.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Sesuai manifes ada 68 penumpang dan setelah kami lakukan pendataan, semuanya selamat,” kata Nurman.

Nurman juga memastikan bahwa kapal wisata tersebut sebenarnya telah memenuhi standar prosedur keselamatan pelayaran. “Untuk alat keselamatan lengkap. Jaket pelampung tersedia dan bisa digunakan,” ucapnya.

Pihak kepolisian dari Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Pamapta 2 IPDA Yudiansyah menyebutkan, titik api diduga kuat berasal dari area mesin di bagian belakang kapal.

“Bagian yang terbakar di belakang kapal. Dugaan sementara penyebabnya adalah genset,” kata Yudiansyah.

Yudiansyah menjelaskan bahwa proses evakuasi penumpang berlangsung cepat berkat bantuan kapal-kapal klotok dan kapal panjang milik warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

“Penumpang dievakuasi menggunakan kapal lain yang kebetulan melintas di area kejadian,” ujarnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi telah mengamankan nakhoda kapal berinisial PS (58) dan anak buah kapal (ABK) berinisial BN (40).

Keduanya beserta sejumlah saksi mata dibawa ke kantor Polairud Polresta Samarinda untuk dimintai keterangan terkait kronologi dan kondisi teknis kapal sebelum terbakar.

“Seluruh kru kapal dan saksi dibawa ke Polairud untuk dimintai keterangan,” kata Yudiansyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ABRAHAM SAMAD RI 1/2 2029

DR Abraham Samad, SH. MH., adalah salah satu putra terbaik Indonesia saat ini, yang berasal dari Sulawesi Selatan. Banyak kalangan berpendap...